Oktober 2018



                 

Tidaklah mudah untuk mengetahui bagaimana biji kopi mengalami proses roasting secara bertahap apalagi untuk menelaahnya secara visual. Telaah secara visual proses roasting merupakan salah satu cara untuk menentukan apakah kopinya memang lagi mengalami proses roasting atau tidak. Sebenarnya lebih lengkap lagi jika dilengkapi dengan audio dan aroma agar informasinya lebih akurat.
Namun, untuk sementara, panduan visual bagaimana proses roasting biji kopi yang dilakukan oleh Sweet Maria’s ini mungkin bisa cukup membantu:
1. Biji Kopi Hijau Yang Belum Diroasting o:00 – 75 f/ 24 oc



Ini disebut dengan pemrosesan basah. Kopi dalam bentuk mentahnya dan berwarna hijau



2. Mulai memucat 4:00 – 270 f / 132 o c
Drum roaster memerlukan waktu yang cukup lama untuk mentransfer panas ke kopi sehingga hanya sedikit terjadi perubahan dalam beberapa menit awal. Sedang dalam roaster udara, kopi akan mencapai tahapan ini dengan lebih cepat karena efisensi pemindahan panas aliran udara yang bergerak cepat, sehingga fase pemanasan bisa dilakukan selama dua menit saja.
3. Tahapan menguning awal 6:00 – 327 f/ 164 o c
Di tahapan ini kopi masih kehilangan air dalam bentuk uap dan secara fisik kopinya belum mengembang. Kopinya menjadi lebih lembap dan berbau seperti jerami. Dan ini akan mengarah ke tahapan di mana retakan pertama merupakan bagian dari proses endotermik, sebagaimana kopi mulai memanas, dan mengarah ke reaksi roasting audio pertama, retakan eksotermik pertama.

4. Tahapan kuning sawo matang 6:30 – 345 f/ 174 o c
Proses roasting mulai menghasilkan warna yang lebih kecokelatan dan biji kopi mulai terlihat marmer. Namun bijinya belum mengembang. Meski begitu, aroma terpanggang mulai tercium dan kopi sedikit mulai mengering, begitu juga dengan kelembapannya. Sebagai catatan, beberapa jenis kopi terlihat lebih cerah dengan kuning yang lebih khas pada tahapan ini, seperti kopi Costa Rica dan Meksiko.

5. Tahapan cokelat terang 8:00 – 370 f / 188 o c



6. Tahapan Cokelat 9:00 – 393 f / 200 o c
7. Retakan pertama dimulai 9:20 – 401 f /  205 o c


8.Retakan pertama sedang berjalan   10:00 – 415 f / 213 o c
9. Retakan pertama selesai 10:40 – 426 f / 218 o
Proses ini dianggap sebagai City Roast. Retakan pertama selesai dan roasting pun berhenti. Perhatikan permukaan biji sekarang terlihat lebih lembut namun masih memiliki tanda yang lebih gelap di kopinya, seperti pola yang terukir. Ujung benihnya masih cukup keras. Di titik ini kopi mulai menguapkan karbon dioksida.

10. City+ roast 11:05 435f / 224 o c
City+ berarti kopi telah menyelesaikan retakan pertamanya dan waktunya untuk permukaan yang terlihat lebih merata. Hanya ada sedikit perbedaan antara gambar #9 dengan ini, meski jika dicermati ujung bijinya terlihat lebih lembut. Tahapan antara retakan pertama dan kedua terjadi di waktu yang pendek (15 hingga 30 detik), dimana proses kimiawi terjadi di bijinya. Kopinya memeroleh panas sekali lagi hingga matriks selulosa bijinya yang terstruktur dengan sendirinya, mulai mematah, yang menandakan sebagai tahapan retakan kedua                                                       11. Full City roast 11:30 – 444 f / 229 o c

Gambar di atas mewakili roasting Full City, dimana kopinya berada di ambang retakan kedua. Memang akan agak sulit untuk dinilai untuk beberapa kali pertama proses roasting, tapi setelah beberapa lama, kita akan mulai bisa merasakannya. Bijinya memiliki sedikit kemilau minyak dan ujungnya akan lebih lembut.


12. Full City+ roast 11:50 – 454 f / 234 o c
Sisi yang lebih gelap dari roasting Full City adalah Full City +, di mana kopi hampir memasukiretakan kedua. Beberapa patahan terdengar dan roasting kemudian berhenti. Retakan kedua akan berlanjut memasuki fase pendinginan, yang disebut dengan “coasting”.  Jika pendinginan lebh efektif dan cepat, maka semakin baik kemampuan 
 kita untuk menghentikan roasting di derajat yang kita inginkan
13. Vienna – Light French roast 12:15 – 465 f/ 241 o c


Tahapan Vienna (disebut juga dengan Continental) hingga tahapan Light French merupakan saat di mana kita mulai menemukan Origin Character yang terhalang oleh Roast Character. Roasting yang lebih gelap atau berat berselisih dengan membeli kopi karena kualitas aslinya. Kopi yang dark roast cenderung akan terasa seperti sama dengan yang lain, karena rasa asal tertentunya dikaburkan rasa roasting yang mirip karbon. Tapi, beberapa kopi sudah memiliki kualitas bagus di tahapan ini    
14.Full French roast 12:40 – 474 f / 246 o c


Ditahapan ini kopi terdiri atas  25% abu karena telah terkarbonisasi
mati dan arang





16. Mendekati api 13:30 – 497 f / 258 o c
Bisa dikatakan biji kopi ini sudah berada di ambang api. Bahkan sudah bisa membuat api jika dikumpulkan bersama biji kopi lain dan menuangkankan mereka di atas baki yang dingin. Proses roasting di tahap ini sudah penuh denga karbon. Ukuran bijinya pun jauh lebih kecil dibandingkan foto #15




www. kopikepahiang.com 

 S
umber  :                                            Post on: Aug 12, 2015 
 0
Sumber gambar: legacy.sweetmarias.com
Penulis: Haris Fadli Pasaribu






                                       
PEMUDA KEPAHIANG RAIH JUARA NASIONAL LOMBA TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNGGULAN 2018 DI BALI DAN MESIN SANGRAI KOPI (KAWO ROASTER) LANGSUNG DIPATENKAN 


Eko Susilo Pemuda asal Sengkuang Kabawetan Kepahiang mewakili Provinsi Bengkulu  mengikuti Lomba Teknologi Tepat guna Unggulan , yang diselenggarakan 18 s/d 22 Oktober 2018  di  Bali.
" Pekerjaan saya sehari-hari  membuat mesin-mesin pertanian, seperti mesin Roaster  Kopi,  mesin kripik, dan lain-lain,   dan  telah dijual di Kota Kepahiang bahkan diluar Provinsi Bengkulu, ujar Eko.  dengan modal keberanian dan keyakinan  serta kualitas mesin yang saya buat  selama ini,  saya ikut maju dan berkeyakinan menang dalam lomba ini".

Mesin Roaster Kopi  dengan Merek Kawo Roaster yang dilombakan dan Alhamdulillah Meraih Juara 2 ( dua ) Nasional, penghargaan yang diraih ini tidak bisa terlapas dari dukungan semua pihak, untuk itu saya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten Kepahiang dan Provinsi Bengkulu  serta doa semua masyarakat Provinsi Bengkulu, semoga keberhasilan ini dapat mengangkat citra dan produk  teknologi yang ada, sehingga para pegiat usaha tidak perlu susah-susah untuk mencari mesin di luar Provinsi Bengkulu







Bukan hanya sekedar mengikuti lomba, tetapi kita juga membuka stand pameran produk unggulan Bengkulu, seperti  produk unggulan asal Kabupaten Kepahiang yaitu Kopi

 Salah satu produk kopi bubuk yang ikut serta pada Pameran di Bali yaitu Kopi Kepahiang (Cik)




Rumah Makan  RAJA RASA  yang beralamat di Jalan Pembangunan  Dekat Polsek Kepahiang Kelurahan Pasar Ujung  Kepahiang  
MENYEDIAKAN   MENU BERANEKA RAGAM:

 1. Aneka  Serba Udang , mulai dari  Udang  Rica-rica,  Udang telor asin, Udang saos 
   Padang, Udang  Mandarin,, pokoknya masih banyak bagi yang senang menu aneka masakan Udang 

2.  Cumi-Cumi :  Cumi Cabai Ijo,  Cumi Rica-Rica,  Cumi Lada Hitam , masih banyak lagi         kok..

3.  Kakap ,  Ayam,  Sapi ,  Nasi Goreng , Mie Bihun Goreng,   Kangkung,
     Wahhh... gak ketinggalan   ada Sop Tom Yam  Seafood,  hidangan ini khas Thailand   yang tidak kalah tenar,  Hidangan  Tom Yam yang memiliki arti proses perebusan sementara Yam berarti asam pedas, Sop khas Thailand ini memiliki citarasa utama asam dan pedas. Harganya sangat terjangkau,,,



KABAWETAN TEMPO DOELOE

Sejak tahun1930 kabawetan telah menjadi perkebunan teh yang di kelola oleh pemerintahan kolonial Belanda  . Kemudian di tahun 1942 -1945 pengelolaan diambil alih Pemerintah Jepang. Tahun 1945 diambil oleh pemerintah Indonesia, tak sampai disitu tahun 1965 pemerintah menunjuk PT Trilinga di kelola, namun finansial dan ekonomi terjadi penurunan kelolah. 1968 Bengkulu berdiri dan memisahkan diri dari Sumsel, Namun PT Kabawetan tahun 1979 dibentuk atas dasar rekomendasi Pemprov Bengkulu,Seiring dengan itu 1980 H Abdul Kholiq bentuk PT Panca Mukti, beri kesempatan kepada penanam saham terakhir pada Tahun 1987 PT Sarana Mandiri Mukti.


Potret Perkebunan teh kabawetan tahun-1934 

Kabawetan Tahun 1985






JENIS PENYAMBUNGAN KOPI TAG ENT

       Penyambungan kopi tag ent (penyambungan kopi dahan dengan batang atau tunas batang) adalah penyambungan yang dilakukan dengan cara mengambil entrys berupa dahan/cabang produksi yang berasal dari kopi unggul dengan produktivitas yang tinggi dan stabil setiap tahunnya.  entrys tersebut disambungkan ke tanaman kopi yang kurang produktif  sebagai batang bawah (understump), tetapi mempunyai batang yang kuat kokoh dan perakaran yang dalan dan banyak.

Penyambungan kopi tag ent ini mulai berkembah di kabupaten kepahiang relatif masih baru , Yaitu mulai sekitar tahun 1996 di desa renah kurung dan sekitarnya kecamatan muara kemumu. Tetapi dengan kegiatan  penyuluhan yang dilaksanakan oleh para penyuluh BP4K Kabupaten kepahiang  dengan merbagai metode dan media media, sistem penyambungan ini telah dikenal sebagian besar masyarakat kabupaten kepahiang dan mulai menerapkan teknologi ini pada masing masing kebun kopinya


BENTUK SAMBUNGAN KOPI TAG ENT        Sambungan kopi tag ent pada dasarnya bentuk sambungannya tergantung pada jenis dahan yang diambil sebagai entrys (batang atas ) secara umum bentuk sambungan kopi tag ent setidaknya ada 3 jenis yaitu bentuk kipas bentuk payung dan bentuk sidodadi ,

1. Sambungan kipas        Pada sambungan kipas ini bentuk dahan/cabang sekunder yang tumbuh pada dahan/cabang primer berbentuk menjari kekiri dan kekanan seperti bentuk kipas yang di kembangkan ,
            Keunggulan pada bentuk sambungan kipas ini pada tahun 1,2 dan 3 biasanya produktivitasnya maksimal, tetapi pada masuk tahun ke 4 produktivitasnya mulai menurun , dan perlu penyambungan ulang 

2. Sambungan payung .            Tunas pertam yang tumbuh di sambungan bentuk payung ini relatif banyak dan arah tumbuhnya tunas merata ke segala arah , apabila tunas atau cabang dahan primer  ini memanjang  maka menyerupai bentuk tulang kerangka payung ,
           Tidak seperti sambungan bentuk kipas terdapat cabang primer yang menjadi cabang pokok yang membesar dan menjadi tempat tumbuhnya cabang sekunder yang menghasilkan buah pada sambungan bentuk pakung ini cabang primer yang menghasilkan buah akan tumbuh terus pada pokok sambungan utama , sehingga kuantitas terbentuknya buah/bunga pada cabang primer akan selalu ada
          Kelemahan nya bentuk sambungan ini, tunas primer yang tumbuh sangat banyak , sehingga apabila tidak dilakukan pemangkasan  yang intensif maka tajuk tanaman akan terlalu rimbun dan hal ini berpengaruh terhadap produktivitas, karena cabang produksi berlapis lapis dan berpengaruh terhadap pembentukan bunga dan buah.

3. Sambungan sidodadi            

Sambngan sidodadi ini merupakan bentuk perpaduan antara bentuk kipas dan bentuk payung . diharapkan dengan bentuk ini akan menghilangkan kelemahan bentuk kipas maupun bentuk payung



Sumber : Dinas Pertanian kabupaten kepahiang

 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.